Mengapa Viewer Youtube Tidak Bertambah?

Bingung mengapa viewer YouTube tidak bertambah? Temukan alasan dan solusinya di artikel kali ini.
Mengapa Viewer Youtube Tidak Bertambah?

Menjadi seorang Youtubers atau pengisi konten pada channel Youtube merupakan pekerjaan yang kian populer. Tingginya antusiasme masyarakat untuk menonton video dari Youtube menjadi alasan ketenaran secara cepat pada pemilik channel.

Banyak sekali ciptaan video yang mudah dicari sukses menambah wawasan, membantu dalam melakukan tindakan, menghibur hati, dan lain-lain. Selain itu, mereka juga bisa meraih untung berupa komisi dengan adanya penayangan iklan.

Jika Anda adalah seorang Youtubers, tentunya jumlah penonton atau viewer menjadi hal penting bagi kelangsungan karir. Kenyataannya tidak mudah untuk menggaet banyak penonton sampai memeroleh penghasilan apalagi menjadi terkenal.

Belum lagi adanya unggahan ratusan video baru setiap hari dimana menjadi sumber inspirasi sekaligus pesaing Anda. Maka Anda perlu mengetahui alasan sebenarnya yang terjadi pada channel Anda sehingga mampu menemukan solusi yang paling tepat.

Inilah penjelasan mengenai kemungkinan alasan mengapa viewers channel Youtube tidak kunjung bertambah beserta cara mengatasinya:

1.Konten video kurang menarik

Sebagai suatu produk visual yang ditujukan pada penonton, maka sebuah video mulai dari judul hingga isi kontennya harus menarik minat.

Mengunggah video yang memiliki tampilan sekilas maupun judul biasa saja tidak akan membuat pengguna Youtube penasaran untuk melihat isi video. Cara mengatasi masalah ini tak lain ialah membuat konten video menjadi semenarik mungkin.

Bagaimana caranya?

Langkah awal ialah pemberian judul dan deskripsi singkat yang unik, jarang diketahui, tetapi masih menarik.

Hal ini dapat dilakukan dengan penyisipan kata yang sedang tren, nama tokoh terkenal sebagai panutan, huruf kapital atau capslock, pelafalan dengan akhir kata sejenis, atau kata asing yang terdengar aestetik.

Pastikan pula bahwa judul video Anda sesuai dan benar-benar ada dalam video. Sebelum memutuskan judul, buatlah berbagai pilihan judul untuk ditanyakan pada orang lain karena sejatinya calon viewers memiliki selera yang berbeda-beda.

Setelah judul video sudah menggugah minat, maka Anda perlu memastikan tampilan video supaya enak dilihat. Anda dapat melibatkan banyak warna namun tidak membingungkan mata maupun sedikit warna senada tapi masih elegan.

Jika konten merupakan sebuah tutorial, Anda dapat memunculkan diri dengan penampilan yang rapi serta bahasa yang komunikatif.

Tambahan aksesoris dalam tampilan video seperti stiker berupa kata atau huruf berukuran besar maupun emoji lainnya juga banyak dimanfaatkan oleh para content creator.

Namun sebaiknya aksesoris tidak berlebihan supaya penonton tetap fokus pada konten video.

Tips lain untuk membuat video menjadi lebih menarik ialah menerapkan transisi yang apik. Contohnya adalah menggeser tampilan kamera dari sisi depan ke samping atau memperbesar objek yang sedang dibahas.

Jika video ialah suatu tutorial untuk menjalankan komputer atau melibatkan layar secara penuh, Anda dapat menghias latar layar atau membuat font huruf menjadi lebih bagus.

Perlu diingat bahwa fokus utama konten harus tetap jelas meskipun menambahkan transisi.

2.Kualitas video kurang baik

Untuk membuat penonton betah menikmati konten video, Anda harus meningkatkan kualitas video. Hal ini terdiri atas resolusi video, pencahayaan, musik latar, efek suara, dan narasi.

Ketika semua komponen ini memuaskan viewers baru, maka mereka akan menjadi viewers tetap bahkan merekomendasikan channel Anda kepada orang lain. Untuk mengetahui seberapa bagus karya yang dimiliki, Anda dapat membandingkan komponen dengan beragam video terkenal.

Beberapa tips untuk meningkatkan mutu aspek penting ialah mengatur resolusi di atas 480p, memastikan pencahayaan cukup terang, hingga memberi efek suara dan musik secara tepat.

Maksudnya, penambahan efek suara maupun musik sebagai pendamping suara utama konten video sebaiknya tidak terlalu keras atau dikeraskan ketika tidak ada suara utama.

Efek ini juga disesuaikan dengan suasana konten seperti mellow, tegang, ceria, dan lain-lain.

3.Optimasi kurang maksimal

Optimasi atau posisi papan atas dalam mesin pencari atau search engine akan membantu pengguna Youtube untuk langsung menemukan video Anda.

Kebanyakan pengguna menelusuri video dari yang paling atas serta cenderung malas menelusuri video lain yang muncul di posisi bawah. Maka solusi bagi Anda ialah memaksimalkan optimasi channel melalui berbagai fitur yang ada.

Selain membuat judul yang menarik sebagai aspek menarik dalam konten, Anda dapat memanfaatkan thumbnail yaitu gambar kecil sebagai “sampul” dari sebuah video yang ditampilkan saat belum ditonton.

Youtube akan memilih suatu frame video secara acak untuk menentukan thumbnail sehingga belum tentu menarik perhatian. Supaya boleh memilih thumbnail sendiri, Anda harus melakukan verifikasi channel yang dapat dilakukan secara mudah.

Tips berikutnya untuk meningkatkan jumlah viewers ialah fitur annotations. Fitur ini akan mengarahkan pengunjung yang telah menonton video Anda untuk menonton video Anda lainnya sehingga viewers pada hampir semua video meningkat.

Pengarahan ini dilakukan melalui navigasi, link, atau layer di akhir durasi video yang sudah dilihat. Beragam jenis annotations yang dapat dipilih antara lain Label, Note, Bubble, Spotlight, dan Title.

4.Genre channel kurang spesifik

Jenis bahasan atau genre sebuah channel akan memudahkan penonton dengan kalangan tertentu untuk menjadi viewers tetap. Banyak channel bahkan memiliki nama yang sesuai dengan genre, misalnya melibatkan kata “dapur” dan “masak” untuk channel bergenre tutorial memasak.

Keseragaman topik sangat baik diterapkan terutama untuk channel baru dalam rangka menjangkau kalangan tertentu sebelum akhirnya meluas.

Tips dalam menetapkan bahasan yang seragam ini ialah melatih kreatifitas untuk menggali sisi suatu hal yang jarang diketahui terutama dari pengalaman pribadi. Ini akan menunjukkan profesionalitas dan kedalaman passion Anda di bidang tersebut.

Jika channel sudah mulai mencapai target penonton yang stabil, Anda dapat berkolaborasi dengan orang yang berpengaruh. Misalnya seorang yang biasa membuat tutorial make-up untuk model yang terkenal dan bisa membagikan insight baru seputar make-up dalam dunia modelling.

5.Konsistensi unggahan yang kurang teratur

Suatu channel yang rutin mengunggah video dengan jadwal yang tetap akan menciptakan kesan yang baik bagi subscribers. Rasa penasaran dan kesabaran menunggu konten akan muncul jika mereka menyukai konten sebelumnya.

Konten yang bersambung atau terbagi menjadi beberapa bagian juga mampu menarik rasa penasaran sehingga Anda sebaiknya tidak mengulur waktu untuk pengunggahan lanjutan video.

Cara yang dapat dilakukan ialah membuat alur waktu atau timeline untuk proses pengambilan video, pengeditan video, dan hari pengunggahan. Pemula disarankan memilih satu hari dalam seminggu secara konsisten terlebih dahulu sebelum menambah hari.

Jika sudah puas dengan jumlah viewers, barulah Anda dapat menambahkan hari lain sebagai pengunggahan video berbeda jenis tetapi sebaiknya masih satu genre.

Mengunggah video secara teratur sehingga jumlah video terus bertambah menjadi trik yang jarang diketahui untuk meningkatkan optimasi. Sebagai platform yang berkualitas, Youtube akan meningkatkan posisi channel Anda jika lebih sering menguopload video yang bermutu baik dan menarik perhatian.

6.Promosi kurang intensif

Alasan yang paling masuk akal atas sedikitnya jumlah penonton adalah minimnya promosi. Alasan ini masih sering terjadi pada Youtubers pemula yang kurang percaya diri dengan karyanya sendiri. Ketidaktahuan cara promosi juga menjadi penyebab kecilnya lingkup promosi channel Anda.

Cara yang dapat dilakukan ialah kegigihan promosi langsung pada teman, saudara, bahkan kepada orang baru dikenal yang mungkin mengobrol di transportasi umum atau tempat lain. Untuk meningkatkan kepercayaan diri, maka kualitas konten Anda haruslah bagus dan menarik perhatian.

Cara lain yang mudah dilakukan ialah melakukan promosi lewat media sosial yang populer seperti Facebook, LINE, Twitter, dan lain-lain.

Tombol “Bagikan” atau “Share” yang memuat link video harus ditekan supaya muncul pada beranda media sosial orang lain. Jika channel sudah cukup terkenal, Anda dapat mengunggah trailer singkat sebelum unggahan utama di media sosial yang membatasi durasi video seperti Instagram.

Hal ini akan menimbulkan rasa ingin tahu dan menanamkan kesan positif atas upaya Anda dalam membuat video.

Keenam alasan di atas sering menyebabkan viewers atau penonton tidak cepat bertambah. Dengan menerapkan solusi yang tepat secara bersungguh-sungguh, Anda akan mampu meningkatkan jumlah penonton bahkan hingga melebihi ekspetasi. Semoga berhasil, ya!

Ditulis oleh : Admin | Tanggal Terbit : 20 Januari 2019 | Share artikel ini di :